
Bandung, akibat diguyur hujan lebat tiga hari berturut-turut mulai dari hari senin malam (24/11) sampai Kamis (27/11), tanggul yang difungsikan untuk menahan luapan air selokan yang berada dibelakang komplek perumahan Bumi Panyileukan kelurahan Cipadung Kulon Kec. Panyileukan tidak mampu memebendung air yang terlalu besar sehingga sejumlah 5 RW atau kurang lebih 150 rumah warga tergenangi air luapan tersebut.
Menurut Sidiq (43) koordinator posko Rumah Zakat Indonesia yang telah datang sejak Rabu (26/11) menuturkan daerah pemukimam warga yang paling parah terkena luapan banjir adalah blok L RT. 03/11. Air mulai menggenangi perumahan warga dari hari Senin dengan ketinggian pinggang orang dewasa, air mulai surut dipagi harinya namun sore hari kembali diguyur hujan sehingga banjir kembali meluap kepemukimam yang berbatasan langsung dengan daerah Kab. Bandung yang ditandai oleh aliran selokan kecil.
Siti Harisah (62) salah satu warga RT 03/11 ini sampai berita ini diturunkan, rumah yang ditempatinya sekarang masing digenangi air setinggi betis orang dewasa, akibatnya Siti yang hanya tinggal bersama suaminya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga terdekat dikarenakan tempat tidurnya basah terkena banjir.
Melihat kondisi tersebut Rumah Zakat Indonesia memberikan bantuan kepada warga yang terkena banjir dengan mengirimkan 300 kaleng kornet kurban, 372 kaleng makanan siap saji, 5 plastik terpal untuk mendirikan posko dan ditambah bantunag sembako senilai Rp. 1.000.000,- deng rincian 10 dus mi instant, 40 kg beras, 10 kg minyak goring, sejumlah sabun cuci pakaian dan minyak talon.
Bantuan dari Rumah Zakat Indonesia secara langsung disalurkan kerumah-rumah warga yang saat itu masih membersihkan sisa-sisa Lumpur yang menggenangi rumahnya.
Menurut Noor Yahya Muhammad, Program Manager Rumah Zakat Indonesia Regional Jawa Barat, rencananya bantuan tahap kedua akan segera ditindak lanjuti dengan mengirimkan tim kesehatan untuk melakukan pelayan kesehatan gratis bagi korban banjir.




