Tuesday, July 10, 2007

DEVARIO : Sang Kemah Juara Idol

Kemah Juara 2007 RZI Cabang Surabaya-Malang kali ini terasa istimewa. Bukan saja karena pemberangkatannya dilepas oleh Ibu Diah Katerina-walikota Surabaya, tetapi juga karena keikutsertaan Devario. Vio-panggilan akrab Devario- adalah putra pertama dari Bp. Trias yang merupakan donatur rutin RZI Surabaya yang sekaligus pemilik butik busana muslim Viody Collection yang menjadi salah satu sponsor Kemah Juara 2007. “Biar melatih Vio supaya bisa mandiri dan enggak manja mbak”, begitu tutur Bp. Trias kepada salah satu panitia. Bp. Trias dan keluarga juga memberikan perhatian kepada momen Kemah Juara ini dengan berkesempatan menghadiri opening dan closing ceremony.

Ketika pemberangkatan, wajahnya sempat menunjukkan raut muka cemberut. Menurut cerita Sang Mama, penyebabnya adalah resleting tas ranselnya rusak sehingga tidak bisa ditutup. “Vio kemudian menjadi down”, begitu tutur Sang Mama. “Udah, kalo emang Vio enggak mau ikut, enggak usah jadi ikut aja”, Papanya berkomentar kemudian.Lalu sang Ibunda menelpon orang rumah untuk mengantarkan tas ransel yang lain sebagai pengganti tas ransel Vio yang rusak. Akhirnya Vio memutuskan untuk tetap ikut dan bergabung dengan barisan anak-anak asuh, setelah berganti tas ransel.

Begitu sampai di lokasi, Vio terlihat bisa langsung akrab dengan teman-temannya. Tak disangka! Dalam mengikuti semua rangkaian acara pun Vio begitu terlihat bersemangat dan enjoy sekali. Tidak terlihat sedikit pun rasa enggan dan takut kotor. Bahkan di hari kedua Vio minta tidur di tenda yang khusus untuk anak-anak SMP dan SMU. Padahal hari sebelumnya dia tidur bersama dengan teman-teman SD-nya yang berada di asrama. Seperti peserta-peserta yang lain, Vio pun bisa menunjukkan kemampuan bersosialisasi yang excellent.

Tak bisa dipungkiri, Vio menjadi pusat perhatian peserta dan panitia, sehingga beberapa panitia menjulukinya Kemah Juara Idol. Panitia yang sebelumnya tidak tahu, ketika diberitahu ada peserta yang merupakan putra dari salah satu donatur, rata-rata berkomentar, “Ooo..pantas sajaa..kinclong sendiri dan terlihat beda”.

Di hari terakhir, saat akan pulang Vio pun sempat menitikkan air mata. Mungkin terasa berat untuk berpisah dengan teman-temannya yang telah memberikan kenangan yang tak terlupakan. Di antara teman-teman akrabnya, ada empat orang yang diajaknya untuk pulang bersama dalam mobilnya. Diceritakan oleh Sang Ibunda, selama perjalanan mereka bercanda ria dan main tebak-tebakan. Satu per satu teman-temannya di antar sampai rumah masing-masing, dan Vio pun kembali menitikkan air mata ketika tiba saat perpisahan. Menurut Papa dan Mama Vio, Vio sudah bertanya Kemah Juara tahun depan dimana. Bisa dipastikan, insyaAllah momen Kemah Juara 2007 ini akan menjadi kenangan tersendiri dan exciting adventure bagi Vio.

Ok Vio, we wait for your coming in the next Kemah Juara…!!! Keep on Playing….!!

~luis_h3ro~

Penulis : Listanto
Cabang : Surabaya

Read More......

Friday, July 6, 2007






ADU KEKUATAN TAK BERARTI NGGAK BERSAHABAT

Keceriaan anak asuh berlanjut hingga hari kedua di Kemah Juara Regional 1. Ba’da shalat Jum’at (6/7), kegiatan moving class difokuskan di dua titik, Outbond dan Pertandingan Kompetisi yang terpusat di lapangan utama Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang.

Pukul 14.00 WIB seluruh anak asuh dari semua daerah, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, Bekasi, Bandung, Tangerang, dan Cirebon berkumpul di lapangan untuk mengikuti final kompetisi. Permainan yang dipertandingkan meliputi Tarik Tambang dan balap karung estafet.

Sesi pertama tarik tambang untuk tingkat SMP & SMA dipertemukan langsung 3 grup putri, Tangerang, Bandung, dan Jakarta Selatan. Ketiga tim beradu kekuatan saling menarik lawannya untuk menjadi pemenang. Tim Jakarta Selatan yang kebetulan memiliki ”kunci” utama, karena bertubuh lumayan ”berisi”, berhasil menaklukkan dua tim lawannya dan akhirnya tampil sebagai pemenang setelah mengalahkan rekan satu daerah, Tim Jakarta Timur. Sayang, untuk tingkat SD tim Jakarta Selatan harus mengakui ketangguhan Tim SD putri dari Tangerang yang berhasil menjadi juara.

Di kelompok putera, kembali Tim Jakarta selatan meraih gelar sang Juara setelah mengalahkan tim Jakarta Timur dan Bandung.

Kendati semua daerah berlaga menunjukkan kekuatannya, semua anak asuh yang ikut dalam pertandingan kompetisi ini merasa senang dan bahagia. Putri, salah satu peserta dari Tangerang mengaku senang dan bertambah sahabatnya dengan ikut kompetisi ini. ”Saya bisa kenal dekat dengan teman – teman dari Bandung dan Jakarta”, ceritanya.

Cabang permainan yang dipertandingkan selanjutnya adalah Balap Karung Estafet beregu. Tiap daerah diwakilkan oleh satu tim yang terdiri dari 3 orang. Start awal, orang pertama ”balap karung” membawa bendera kepada peserta kedua, yang mengenakan batok kelapa dikakinya untuk kemudian segera berlari menghampiri dan menyerahkan bendera tersebut kepada peserta ketiga yang memasukkan pensil kedalam botol tanpa menggunakan tangan. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan oleh Tim Tangerang dan Bandung.

Sebelumnya, di pertandingan kompetisi ini seluruh peserta telah mencoba berbagai permainan tradisional seperti Galah asin, bakiak beregu, menyusun Puzzle Kemah Juara 2007, Gobak sodor, dan Bebentengan. Rencananya malam hari ini saat pentas seni dilaksanakan, akan dibagikan hadiah untuk para juara di pertandingan Kompetisi ini.

Penulis : Saidurrohman
Cabang : Tangerang

Read More......

Wednesday, July 4, 2007

DARI KIARAPAYUNG: MENJELAJAHI DUNIA ...








DARI
...

Sumedang,
Setelah opening ceremony KEMAH JUARA Rumah Zakat Indonesia Region 1 di Bumi Perkemahan Kiara Payung selesai dilakukan, kini saatnya 2500 anak Indonesia untuk menjelajahi dunia. Anak-anak ini mendapatkan materi yang dibagi dalam beberapa kelas, setiap peserta mendapatkan materi tentang pengenalan internet serta teknologi informasi dengan dukungan dari Lintasarta salah satu mitra Rumah Zakat di bidan Information Technology (IT). Jadi, meskipun berada di kaki gunung Manglayang 2500 anak peserta pun berkenalan dengan dunia maya dan menjelajahi luasnya dunia nyata tanpa harus beranjak dari tempatnya berada.

Selain bersentuhan dengan teknologi, para peserta KEMAH JUARA pun mengikuti berbagai kegiatan yang menstimulir kecerdasan motorik mereka seperti meluncur dari ketinggian dengan flying fox dalam rangkaian outbond, hingga mengasah kepekaan akan ritme dan melodi dengan belajar memainkan alat musik tradisonal angklung.

Setiap jadwal aktivitas peserta Kemah Juara insyaAllah dirancang untuk senantiasa atraktif bagi anak-anak, bermain dan berpetualang, akan menjadi kenangan yang tersimpan dalam memori setiap mereka.***


Newsroom/Alamsyah Nuruzzaman
Bandung

Read More......

Kemah Juara 2007 (5-8 Juli)


Kita bersalah atas banyak kekeliruan dan kekurangan,
Akan tetapi kejahatan yang terburuk adalah mengabaikan anak-anak,
Menelantarkan mata air kehidupan.


Banyak hal yang kita butuhkan bisa menanati,
Anak-anak Tidak.


Kini saatnya tulang-belulang mereka di bentuk,
Darah nya di buat,
Dan panca inderanya di kembangkan.


Padanya Kita tidak bisa menjawab "besok".
Ia hanya tahu " Hari ini"
(Gabriela Mistarl, Pemenang hadiah Nobel anak-anak di bidang puisi)

Bahagia rasanya menyaksikan anak-anak bermain dan edukasi diri bersama..apalagi mereka adalah dari kalangan yang kurang mampu yang bahkan belum pernah mengecap kebahagiaan bermain main dan bersukaria di wahana bermain yang biasa di nikmati oleh anak-anak seusia mereka...

Hari ini tepat pelaksanaan kemah Juara di adakan serentak di kota-kota di Sumatra dan jawa.
Mohon doa agar kegiatan ini lancar dan sukses...

Anak-Anaku...bermainlah....nikmati keceriaan ini ...

Read More......

Monday, July 2, 2007

KITA SEMUA JUARA



Alhamdulillah, Innalhamdalillah, Allahumma shalli ’ala Muhammad

Ujian Akhir Nasional (UAN) baru saja berakhir dengan segudang permasalahan yang melingkupinya, baik standar kelulusan yang dianggap terlalu berat untuk siswa dengan kondisi belajar mengajar yang belum ideal atau sempitnya waktu untuk mengikuti ujian persamaan bagi mereka yang tidak lulus ujian. Hasilnya pun seperti yang sudah diduga, banyak siswa yang “kurang cerdas” tidak lulus UAN.
Lalu apakah mereka benar “kurang cerdas” ?

Parameter kecerdasan yang didasarkan pada penyelesaian soal-soal matematika, fisika, kimia dan bahasa inggris tentu saja memberatkan siswa yang tidak memiliki kecerdasan dalam bidang pelajaran tersebut, padahal dia memiliki kecerdasan seni atau kecerdasan fisik yang menunjang.

Howard Gardner, profesor Universitas Harvard mengembangkan konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang dicetuskan pada tahun 1983, Gardner mengelompokkan kecerdasan menjadi tujuh tipe, yaitu kecerdasan yaitu : musik, kinestetik-tubuh, logika-matematika, bahasa, spasial, interpersonal dan intrapersonal.

Dalam pandangan Gardner, siswa yang punya kemampuan olahraga bagus tetap cerdas meskipun mendapatkan nilai matematika 5. Sobat zakat tentu mengenal legenda sepakbola Brazil, Pele yang berasal dari perkampungan kumuh Brazil. Ia tidak memiliki kecerdasan istimewa untuk bidang matematika. Tapi apakah mereka cerdas dihadapan guru dan orang tua mereka ?

Masih dominannya parameter kecerdasan logika matematika untuk mengukur tingkat kecerdasan siswa akhirnya memaksa orang tua memberikan les tambahan sepulang jam sekolah anaknya. Padahal ada kecerdasan lain yang lebih potensial untuk dikembangkan anaknya. Perlu kesadaran dan kebijaksanaan untuk menangkap kecerdasan lain tersebut.

Melihat potensi kecerdasan tersebut, Rumah Zakat Indonesia melalui program Edu Care mengasah kecedasan yang dimiliki anak asuhnya dengan beragam program kegiatan. Di kantor cabang Bandung anak asuh dibekali dengan keterampilan bermain angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat.

Responya positif, selain pembinaan rutin dibidang agama dan akademik latihan angklung memberikan keceriaan dan kesenangan dalam belajar. Kekakuan memainkan bilah-bilah bambu sedikit demi sedikit hilang berganti dengan keterampilan tangan-tangan mungil mereka memainkannya.

Rangkaian pembinaan anak asuh dilanjutkan dengan Kemah Juara—dulu Supercamp. Dalam tahapan ini anak dibawa belajar langsung dari alam, mereka juga dilibatkan dalam permainan-permainan asah fisik dan emosi. Dengan pola pembinaan tersebut diharapkan anak bisa tumbuh kembang sempurna. Semoga…! ***

Virda Dimas Eka ( CEO Rumah Zakat Indonesia)
http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=3439&kd=CEO


Read More......