Monday, October 29, 2007

QURBAN DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (Q.S. 108/al-Kautsar: 1-3)

Pada ayat di atas Allah menyatakan, bahwa Ia telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada kita, maka kita diperintahkan untuk mendirikan shalat dan berqurban. Selanjutnya pada Q.S. 55/al-Rahmân ada sebuah kalimat yang bermakna: “Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” diulang sebanyak 31 oleh para mufassir disebut dengan ‘Arusy al-Qur’an (Pengantin al-Qur’an). Perinciannya 8 kali ketika menyelingi berbagai macam nikmat di dunia, 7 kali ketika menyelingi berbagai peringatan Allah dan masing-masing 8 kali (16 kali) ketika menggambarkan keindahan dan kenyamanan dua macam surga. Kutipan ayat di atas menggambarkan betapa hidup ini sarat dengan berbagai karunia Allah SWT. Sayangnya, seringkali kita menganggapnya sebagai angin lalu, bahkan mungkin kita tidak menyadarinya, sehingga kita lebih banyak mendikte Allah untuk selalu memenuhi kebutuhan kita, ketimbang mensyukuri nikmat itu pada jalan kebaikan yang diridhai-Nya. Begitulah sifat dan watak manusia, lebih banyak menuntut hak daripada menunaikan kewajiban.

Setiap kali memasuki bulan Dzulhijjah atau yang dikenal oleh masyarakat dengan bulan haji, teringat akan dua hal penting, dua peristiwa besar yang kemudian sangat monumental dalam sejarah umat manusia dan menjadi bagian dari syari’at Islam adalah peristiwa qurban dan ibadah haji. Hari raya qurban atau ‘Idul Adha hakikatnya adalah teguran, betapa nikmat Allah yang kita terima sungguh tak terhingga, sehingga kita diwajibkan “mengurbankan” sebagian milik kita untuk kepentingan syi’ar agama dan sebagai manifestasi tanggung jawab sosial.

Dalam catatan sejarah, ibadah qurban dan ibadah haji merupakan syari’at Islam yang sudah sangat tua, yang lahir melalui sebuah pengalaman sangat dramatis dari kehidupan Nabi Ibrahim As. dan keluarganya, sebagaimana diabadikan dalam surat al-Shaffât ayat 102 dan surat al-Hajj ayat 27. Kata qurban secara literal berarti semakna dengan taqarrub (mendekatkan). Kata mendekatkan dapat dimaknai dari dua sisi. Pertama, mendekatkan bagi yang posisinya sudah dekat. Kedua, mendekatkan karena memang posisinya sudah mulai renggang, bahkan mungkin menjauh. Dengan demikian ibadah qurban tentunya menjadi salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah, mereposisi keberadaan kembali di hadapan Allah.

Ibadah qurban dari satu sisi sebenarnya cukup unik. Qurban mengisyaratkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah dapat dilakukan dengan mendekatkan diri kepada sesama manusia, khususnya mereka yang tergolong kaum mustadh’afîn. Dengan kata lain, seseorang tidak akan disayang oleh Allah jika dia tidak menyayangi sesama manusia. Seseorang tidak akan ditolong oleh Allah jika dia tidak pernah menolong sesama manusia, dan seseorang tidak akan pernah dekat dengan Allah jika dia tidak dekat dengan sesama manusia.

Ibadah qurban tidak sepatutnya dipahami hanya dalam bingkai penunaian syari’at Islam semata, tetapi harus terus digali pesan moral yang dapat kita jadikan pedoman berkiprah dan berperilaku dalam kehidupan. Ada baiknya kita renungkan sedikit dari bagian sejarah hidup Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Amad, Abu Dawud dan al-Turmidzi, bahwa setiap hari raya Idul Adha Rasulullah membeli dua ekor domba yanag gemuk, yang bertanduk, dan berbulu putih bersih. Beliau bertindak sebagai imam shalat, dan berkhutbah. Sesudah itu, beliau mengambil seekor dari domba itu dan meletakkan telapak kakinya di sisi tubuh domba seraya berkata: “Ya Allah, terimalah ini dari Muhammad”, lalu beliau menyembelihnya dengan tangannya sendiri. Kemudian beliau membaringkan domba yang berikutnya, menyembelihnya sambil berkata: “Ya Allah, terimalah ini dari umatku yang tidak mampu berqurban”. Sebagian kecil daging qurban dimakan Rasulullah bersama keluarganya, dan sebagian besarnya dibagikan kepada fakir-miskin.

Atas dasar hadits ini, para ahli hukum Islam menetapkan sebuah norma dalam berqurban, bahwa hukum ibadah qurban adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Hewan qurban sebaiknya yang gemuk, sehat, cukup usia, tidak cacat, dan penyembelihannya seyogyanya dilakukan sendiri oleh orang yang berqurban sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Penulis : Alamsyah Nuruzzaman
Cabang : Bandung

Read More......

Friday, October 26, 2007

Hukum BerQurban (Superqurban Edition)

Qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang di laksanakan atas perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan taqarrub (pendekatan) kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada hari Iedul Adhha/Qurban sampai akhir hari-hari tasyriq diambil dari kata dhahwah disebut awal waktu pelaksanaan yaitu dhuha (lisanul Arab 19:211, mu’jam Al-Wasith 1:537).


Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan berqurban dalam firmanNya, yang artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2). Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah. Dan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi’ar Alloh.” (QS Al-Hajj: 36)


Hukumnya adalah sunnah muakkad, bagi yang mampu, sebagaimana hadits beliau riwayat Anas radhiallaahu anhu, bahwa Nabi ShallAllohu alaihi wa salam berkurban dua kambing yang bagus, bertanduk, beliau menyembelih keduanya sendiri dengan tangan beliau, menyebut nama (asma Alloh) dan bertakbir. (HR: Al-Bukhari dan Muslim). Adapun orang yang menghukumi wajib dengan dasar hadits, yang artinya: “Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku.” (HR: Ahmad dan Ibnu Majah).


Hadits ini derajatnya dha’if dan tidak bisa dijadikan hujjah, karena ada perowinya yang dha’if yaitu Abdullah bin Iyasy sebagaimana diterangkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Hazm (Ibnu Majah 2: 1044, Al-Muhalla 8:7).


Imam Syafi’i berkata: Andaikan berkurban itu wajib maka tidaklah cukup bagi satu rumah kecuali mengurbankan setiap orang satu kambing atau untuk tujuh orang satu sapi, akan tetapi karena tidak berhukum wajib maka cukuplah bagi seorang yang mau berkurban jika menyebutkan nama keluarga pada kurbannya … dan jika tidak menyebut-kannya pun tidak berarti meninggalkan kewajiban (Al-Umm 2: 189). Para sahabat kami berkata “Andaikan kurban itu wajib maka tidaklah gugur (kewajiban itu) jika kelewatan waktunya, kecuali dengan diganti (ditebus) seperti shalat berjamaah dan kewajiban lainnya, para ulama madhab Hanafi juga sepakat dengan kami (madhab Syafi’i) bahwa kurban tidak berhukum wajib (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab: 8: 301) (Sumber Rujukan: Min Ahkamil Udhiyyah, Asy-Syaikh Al-Utsaimin)

Penulis : Alamsyah Nuruzzaman
Cabang : Bandung

Read More......

Wednesday, October 24, 2007

Jakarta Bersuara : "Bangkit & Suarakan" Stop Pemiskinan !!

Jakarta - Setelah sukses mencetak rekor dunia di Guinness Book of Record pada tahun 2006, aksi Kampanye Bangkit dan Suarakan Stop Pemiskinan untuk peringatan hari anti Pemiskinan Dunia kembali digelar di pertengahan Oktober 2007.

Rabu (17/10) pagi, ratusan orang berdatangan ke Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi tersebut. Puluhan Organisasi Massa (Ormas) pun ikut serta dalam aksi yang juga tercatat dalam Kampanye dengan massa terbanyak selama 24 Jam. Tak ketinggalan dengan Rumah zakat Indonesia Cabang Jakarta yang aktif memberantas kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat dhuafa.

Tak hanya di Jakarta, partisipasi Rumah Zakat Indonesia pun serentak dilaksanakan diseluruh kota dimana Cabang Rumah Zakat Indonesia berada. “Untuk Jakarta sendiri, kita menurunkan lebih dari 500 massa,” Jelas Dana Vega, koordinator wilayah Jakarta. Ratusan massa tersebut terdiri dari Relawan RZI dan masyarakat dhuafa binaan Rumah Zakat Indonesia.

“Bangkit dan Suarakan” tema kampanye merupakan seruan dunia untuk melaksanakan perlawanan terhadap pemiskinan yang juga menjadi tujuan pembangunan millennium (Millennium Development Goal’s/ MDG’s).

Wahyu Susilo, Project Officer MDG’s di International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) mengatakan bahwa Indonesia termasuk sebagai salah satu Negara yang masih tertinggal jauh dari pencapaian MDG’s melihat tingginya angka kematian Ibu melahirkan dan bayi, banyaknya warga kota yang masih sulit mendapatkan air berish, serta beberapa kerusakan alam.

Turut hadir, Erna Witoelar (Duta Besar Khusus PBB untuk MDG’s Asia Pasifik ), Rahmat Witoelar (Menteri Lingkungan Hidup), H. MUhayat (Walikota Jakarta Pusat), serta beberapa artis ibu kota dalam kampanye tersebut.

Menurut Erna Witoelar, Kampanye dilakukan untuk mendesak keterlibatan pemerintah lebih besar untuk menuntaskan kemiskinan, khususnya di Indonesia. Beliau juga berharap dengan adanya kampanye ini bisa menggugah masyarakat Indonesia untuk lebih peduli kepada orang – orang miskin yang membutuhkan.

Penulis : Saidurrohman
Cabang : Jakarta

Read More......

Dimas Dan Rumah Zakat Di Tabliod Wisata

Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) memang menarik banyak pihak untuk meliput mengingat Radar Malang menerbitkannya cukup intens. Tabloid Wisata menerbitkannya satu halaman penuh, pada halaman tiga.

Dengan mengambil judul,” Di Balik Keberhasilan Operasi Myocele. Kalau Tidak Dibantu Bagaimana Nasib Anak Saya,” begitu ungkapan orang tua Dimas. Mereka sangat berterima kasih atas bantuan Rumah Zakat Indonesia dan JPMI, sehingga Dimas telah menjalani operasi selama 3 kali tanpa biaya sepeserpun

Pada operasi ketiga Dimas telah menjalani operasi pemasangan selang di kepalanya untuk menghindari pembesaran kepala (hidrocepalus), yang diindikasikan telah terjadi. Selang tersebut ditanam di kepalanya dan dialirkan ke perut.Sehingga air dapat dibuang melalui kencing.

Sedangkan untuk benjolan di punggung operasinya masih menunggu kondisi Dimas stabil. Untuk diketahui Dimas telah menjalani serangkaian operasi. Operasi pertama dilakukan untuk pemasangan tissue expander yang ternyata ditolak karena kulitnya menderita alergi, kemudian operasi kedua dilakukan untuk pelepasan tissue expander dan pembentukan jaringan baru.

Operasi Dimas terakhir adalah untuk meluruskan punggungnya dengan cara memotong benjolan dipunggungnya meskipun resikonya sangat besar. Ibu dari bayi Dimas, Luluk mengaku pasrah.” Saya pasrah dengan semua resiko yang terjadi nanti saya serahkan kepada Allah, yang pasti saya mau punggungnya juga ditangani,ujarnya.



Penulis : Dyana Widiastuti
Cabang : Malang

Read More......

Friday, October 5, 2007

Tebar Kado Lebaran ala Batam : Pilih Sesukanya ^_^

Batam. "Wah, ambil yang mana ya ???", ujar Okvabella.
Anak asuh Rumah Zakat cabang Batam yang duduk di kelas III SD ini sibuk memandangi barang - barang yang tersedia.
Hari itu, 33 orang anak asuh memenuhi Toko milik Pak Mulyanto (donatur) yang berada di Penuin Batam.
Mereka di persilakan memilih barang yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan lebaran mereka.

Kebahagiaan terpancar dari wajah polos anak - anak yang kurang beruntung ini saat mereka di bebaskan memilih apa saja.
"Saya sedih sekali bu, saat saya mendengar ada yang mengatakan : Bolehkah saya ambil baju untuk adik saya? ", ujar bu Mul yang saya temui usai gelombang pertama ^_^
"Kenapa kita memilih konsep seperti ini adalah karena agar kado lebaran yang kita berikan benar - benar sesuai dengan keinginan anak",ujar Ridwan, Program Officer Batam.
"Lagi pula pak Mul memberikan harga yang sangat miring untuk Rumah Zakat".
Sebanyak 265 anak asuh yang mendapat kado lebaran ini datang bergelombang ke lokasi dengan di koordinir oleh Korwil dan Rumah Zakat

Ditemui di lokasi, pak Mul yang sehari sebelumnya mengundang dan mengadakan acara pilih kado sepuasnya bagi 20 orang anak asuh Rumah Zakat ini mengatakan bahwa kegiatan ini sangat mengena bagi anak - anak karena akan sangat sesuai dengan keinginan mereka.
"Mereka bisa ambil sepatu, baju atau apapun yang mereka inginkan, namun dengan harga yg sudah d sesuaikan",ujar ayah dari 2 orang anak ini.

Berbeda memang gaya tebar kado lebaran Batam tahun ini.
Namun yang pasti semua kami persembahkan untuk anak asuh, agar kebahagiaan mereka benar - benar sempurna di hari yang fitri.
Jika anda berada di sana, bersama mereka... hati anda juga akan sangat bahagia.
Sobat Zakat ... Ceria Mereka adalah sumber mata air kebahagiaan yang tak pernah berhenti

by : antz

Penulis : Hariyanty Thahir
Cabang : Batam

Read More......