Tuesday, October 13, 2009

Memasuki Fase Pemulihan, RZI Telah Melayani 19.405 Korban Gempa



PADANG. Hingga Selasa (13/10), Rumah Zakat Indonesia (RZI) telah memberikan pelayanan kepada 19.405 penerima manfaat yang menjadi korban gempa di Sumatera Barat. Pelayanan tersebut berupa Siaga Sehat, pemberian makanan tambahan untuk bayi dan Balita, makanan siap saji yang berupa kornet Superqurban, sosis ikan, sosis ayam, serta nasi kare, hingga trauma healing.

“Fasilitas pelayanan itu diberikan kepada para korban di delapan Posko Bantuan yang didirikan RZI bersama para mitra seperti Indosat, Telkomsel, Human Concern International, Perusahaan Gas Negara, Pemprov Jabar dan Cecero. Selain itu kami pun berupaya memberikan pelayanan kesehatan di beberapa daerah yang belum terjangkau dengan sistem jemput bola,” ujar Branch Manager RZI Faisal Fajar.

Menurut Faisal, memasuki minggu ketiga penanganan bencana gempa, RZI sudah mulai melakukan tahap rehabilitasi dengan memberikan pelayanan trauma healing kepada para korban gempa. Dalam kegiatan trauma healing yang pertama, tim Siaga Bencana yang dilengkapi relawan ahli melayani 23 warga Mudiak Balai dan 54 warga Kampung Apar Kab. Pariaman Selatan. “Trauma healing akan terus diberikan kepada warga yang lain secara bertahap agar mereka dapat memiliki rasa percaya diri dalam beraktivitas seperti sediakala,” ungkap Faisal.

Selain memberikan pelayanan trauma healing, di hari yang sama RZI pun mengadakan aksi Siaga Sehat di Desa Ambacang dan Desa Mudiak Kab. Padang Pariaman, serta di tiga titik Kota Padang. Dalam aksi tersebut, RZI melayani 404 penerima manfaat. “Selain itu, di kesempatan yang sama Cecero pun memberikan tenda sekolah dan makanan tambahan bagi 30 orang di Kampung Apar Kec. Pariaman Selatan Kab. Padang Pariaman,” tutur Faisal.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa untuk membantu korban bencana gempa bumi, RZI telah memberangkatkan 80.000 paket makanan siap saji yang terdiri dari 40.000 kornet Superqurban dan 40.000 paket Siaga Gizi yaitu sosis ikan, sosis ayam dan nasi kare. Selain itu RZI pun menyediakan 14 armada ambulans yang digunakan untuk melayani para pengungsi di sana.***

Newsroom/Miralyn
Padang

Read More......

Sunday, October 11, 2009

80.000 Kornet Qurban untukKorban Gempa


Type your summary here

Type rest of the post here



Rumah Zakat Indonesia menurunkan Tim Siaga Bencana, yang telah memberangkatkan 80.000 paket bantuan pangan senilai 2 Milyar. Paket ini terdiri dari 40.000 kornet Superqurban serta 40.000 paket Siaga Gizi Nusantara (makanan siap santap) dan juga secara kontinyu mendistribusikan bantuan dalam bentuk Siaga Sehat - pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, serta armada ambulans.

http://www.rumahzakat.org

Read More......

Monday, June 15, 2009

Sepekan Tour Mobil Klinik di Kalbar, 887 Pasien Terlayani


Pontianak. Sudah sepekan lamanya mobil klinik sehat keliling Indosat-Rumah Zakat Indonesia menembus pelosok-pelosok Kalimantan Barat. Jalanan yang bergelombang dan kadang berupa tanah merah merupakan tantangan tersendiri dalam tour ini. “Ujian bagi kita, AC mobil mengalami masalah, praktis perjalanan jarak jauh tanpa AC, panas banget,” papar Dedy Setiana, driver mobil klinik ketika dihubungi via telpon Minggu (14/06).

Tapi lelahnya perjalanan terobati dengan antusaisme masyarakat untuk mendapatkan layanan mobil klinik ini. Selama perjalanan Pontianak-Sintang, tim mobil klinik singgah di 6 titik aksi, Jalimpo (Ngabang), Bodok (Landak), Mukok (Sanggau), Kayu lapis (Sekadau), Kantor Reps Sintang, dan Manis Raya (Sintang) dengan total pasien terbantu 887 orang.

“Bagi saya ini sangat luar biasa, baru pertama saya menjelajah Kalbar sampai ke Sintang.. Tujuan terjauh, Kab Putussibau masih 3 jam lagi dari sini,”ujar Ali Akbar, Relawan Medis Rumah Zakat Indonesia cabang Pontianak yang dihubungi via telepon, Senin (15/6).

Antusiasme masyarakat dan senyum kebahagiaan mereka menjadi obat lelah bagi tim mobil klinik. “Kami sudah lama menantikan program semacam ini, karena memang teekadang kami takut berobat, meski badan sakit. Biaya berobat kan mahal, kami takut tidak mampu bayar,” ujar Fatimah (59), warga kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Hal senada juga disampaikan Serena (65) warga Bodok kecamatan Perindu. Nenek 9 cucu ini berterimakasih,”Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua,” ujarnya terbata-bata. Perjalanan masih terus berlanjut hingga Putussibau dan kembali ke Pontianak 20 Juni mendatang.

Read More......

Sunday, June 14, 2009

SD Juara Cimahi Mengukir Sejarah




Cimahi Unggul & mandiri(14/06. Setelah satu pekan menghadapi UKK (Ujian Kenaikan Kelas), Guru dan siswa - siswi SD Juara Cimahi merasakan sebuah kelegaan karena telah berhasil mengukir sejarah yaitu pelaksanaan UKK pertama dalam sejarah SD Juara Cimahi. Luarr Biasa.

Tampak wajah - wajah ceria dari siswa/i Juara setelah melihat hasil UKK yang di pampang di mading sekolah. namun ada juga sih sebagian kecil siswa yang di remedial.

Hasil evaluasi sementara terlihat bahwa siswa SD Juara Cimahi memang memiliki multiple Intelegences (Kecerdasan beragam). Hal ini sejalan dengan program SD Juara yang mengembangkan konsep MI (multiple Intelegences).

Ada siswa yang menonjol dalam akademisnya dan ada juga siswa yang memiliki keunggulan dalam non akademis seperti kecerdasan body kinestetik, musikal, spasial dll.

Semoga ke depan siswa/i SD Juara dapat mewujudkan cita-cita mereka menjadi siswa yang unggul dan mandiri. Amin.

Bisa 3x harrus bisa. Insya Allah

Read More......

Tuesday, June 9, 2009

KEMAH JUARA UNTUK 3500 ANAK ASUH RZI




BANDUNG. Setiap anak pada dasarnya ingin selalu merasa gembira. Kegembiraan itu idealnya tidak dihalangi oleh keterbatasan ekonomi. Itulah yang menjadi semangat bagi Rumah Zakat Indonesia (RZI) untuk menggelar Kemah Juara anak-anak yatim dan dari keluarga tak mampu pada 10 hingga 12 Juli 2009 nanti. Ajang tersebut menjadi kegiatan tahunan bagi sekitar 3500 anak asuh RZI di 23 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Kegiatan outdoor tersebut merupakan ajang kreasi dan rekreasi bagi mereka yang pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. “Kemah Juara merupakan rangkaian pembinaan terhadap anak asuh. Tahun ini RZI mengambil tema Kemah Budaya Untuk Anak Indonesia. Pelaksanaannya Kemah Juara sendiri akan diadakan di 16 kota,” ujar Ketua Pelaksana Kemah Juara Enjay Sonjaya saat dikonfirmasi di kantornya Jln Turangga No 25 C Bandung, Rabu (10/6).

Enjay menyatakan bahwa tujuan diadakannya Kemah Juara tahun ini adalah supaya anak asuh yang terbiasa mendapatkan bantuan dapat memiliki budaya untuk kreatif dan mandiri. Sehingga suatu hari nanti mereka tidak akan bergantung kepada orang lain. Selain itu anak asuh pun diharapkan memiliki kecintaan pada budaya aslinya. Sebab saat ini makin banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia tanpa tersaring oleh berbagai regulasi.

”Semoga Kemah Juara dapat menjadi wahana pemulihan rasa percaya diri anak, merangsang daya pikir dan kreativitas anak, memberikan alternatif kegiatan liburan yang mendidik dan menyenangkan, serta eksplorasi kemampuan diri anak sejak dini,” ungkap Enjay.***

Read More......