Thursday, April 2, 2009

Wabah Penyakit Ancam Warga Gintung


Tangerang – Akhalaqul karimah. Program Siaga Sehat yang digulirkan Rumah Zakat Indonesia dan Telkomsel, tinggal satu hari lagi. Kemarin, Kamis (3/4) delapan relawan dan dua orang dokter yang tergabung dalam tim medis ini dikerahkan untuk membantu para korban bencana. Kedua dokter itu adalah dokter Mela dan dokter Tirto Hatono. Empat tim medis melayani 39 pasien secara mobile, dan empat tim medis melayani 16 orang pasien di Posko Siaga Sehat.

Ketika tim medis mobile sedang beraksi tidak jarang relawan diindahkan oleh para korban, hal ini disebabkan tingkat kejenuhan mereka yang tinggi akan pelayanan medis yang sering sekali diterima, tidak hanya dari RZI saja, tapi dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Bahkan kadang, kami dianggap sebagai sales penjaja obat-obatan saja.



“Saat pasca gempa ini, penyakit yang paling banyak diderita oleh para pasien adalah penyakit infeksi saluran pencernaan (diare), yaitu 30 %, dan Infeksi saluran pernafasan (batuk, filek) sebanyak 70%, dan yang tidak kalah pentingnya, kita membutuhkan psikolog untuk membantu korban secara psikis”, tutur Tirto Hartono.

“ Walau dari segi medis obat-obatan yang dibutuhkan masih sangat kurang, InsyaAllah saya masih semangat untuk membahagiakan umat”, tutur Mela sambil tersenyum.

Beliau menambahkan, biasanya dua minggu pasca gempa, para korban baru akan merasakan penyakit kulit yang disebabkan oleh perkembangan bakteri dalam air kotor sisa bencana.

“Alhamdulillah saya sangat terbantu dan senang dengan pelayanan siaga sehat ini”, tutur Hasanudin, salah satu pasien yang masih tampak kelelahan itu.

Saya sangat prihatin dengan korban tanggul bocor Situ Gintung ini, jujur saja saya sangat terbantu dengan adanya Rumah Zakat Indonesia, saya berharap kerjasama ini tidak hanya saat ini saja, namun dikegiatan sosial lainnya juga”, tutur Herman Setiawan, Supervisor Marketing Telkomsel.

No comments: